Goresan Jiwa Q...
Sabtu, 25 Februari 2012
DUNIAKU!!!!!
Tapi bagiku turun ke jalan adalah panggilan....
Menyuarakan pembebasan dan keadilan bagi orang adalah suatu kesia-siaan saja...
Tapi bagiku menyuarakan pembebasan dan keadilan adalah marwah dan kewajibanku...
Berdiskusi dalam waktu yang lama bagi orang adalah kurang kerjaan...
Tapi bagiku berdiskusi dalam waktu yang lama adalah kesenangan dan kegembiraan...
Bagi orang terlibat aktif membela orang tertindas adalah hanya cari nama dan tak berguna...
Tapi bagiku terlibat aktif membela orang tertindas adalah HARGA MATI....
"SALAM PERJUANGAN!!!!!!"
"Pro Ecclesia Et Patria!!"
Aku...!!!!!
Aku hanya seorang insan biasa...
Tetapi akan aku buktikan, aku tidak akan mengecewakanmu....
Dengan totalitas perjuanganku...
Dengan loyalitasku...
Akan kuharumkan namamu...
Wahai Engkau PMKRI tercinta....
Karena di aliran darahku telah tertulis namamu...
PETRA!!!!!!!!!!!!
Senin, 18 Oktober 2010
ANGAN JIWAKU!!!!!!!
Kapankah jiwaku dan jiwamu mampu bersama???
Kapankah bayangku dan bayangmu dapat bersanding bersama???
Duduk di bawah sinar bulan yg penuh kehangatan...
nyanyian alam malam menjadi melodi kedamaian.
Aku sangat menantikan akan datangnya saat itu....
Saat yg tak akan kulupakan sampai usia ku lapuk di makan waktu!!!!
Ketahuilah inilah simfoni jiwa ku!!!
Walau tak indah tapi sungguh bermakna!!!!!!!!!
Jumat, 08 Oktober 2010
MY INSPIRATOR!!!!!!!!!!!!!
“MY ISNPIRATOR”
Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.
Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Bairut, di mana dia belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak tahun 1898 sampai 1901.
Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Tirani kerajaan Ottoman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.
Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.
Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, “Spirits Rebellious” ditulis di Boston dan diterbitkan di New York, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang meyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.
Masa-masa pembentukan diri selama di Paris cerai-berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.
Gibran segera kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Di tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan’s Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.
Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.
Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New York. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.
Sebelum tahun 1912 “Broken Wings” telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya. Pengaruh “Broken Wings” terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama “Broken Wings” ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.
Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Gibran menjadi seorang pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Syria yang tinggal di Amerika. Ketika Gibran dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredup. Pierre Loti, seorang novelis Perancis, yang sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata pada Gibran, kalau hal ini sangat mengenaskan! Disadari atau tidak, Gibran memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.
Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, “The Madman”, “His Parables and Poems”. Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam “The Madman”. Setelah “The Madman”, buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah “Twenty Drawing”, 1919; “The Forerunne”, 1920; dan “Sang Nabi” pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.
Sebelum terbitnya “Sang Nabi”, hubungan dekat antara Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.
Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca “Sang Nabi”. Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.
Gibran menyelesaikan “Sand and Foam” tahun 1926, dan “Jesus the Son of Man” pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, “Lazarus” pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan “The Earth Gods” pada tahun 1931. Karyanya yang lain “The Wanderer”, yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain “The Garden of the Propeth”. Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hati dan TBC, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent’s Hospital di Greenwich Village.
Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk melayat Gibran.
Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite di mana Gibran pernah melakukan ibadah.
Sepeninggal Gibran, Barbara Younglah yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga secarik kertas yang bertuliskan, “Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku.
Jumat, 24 September 2010
UNTUK APAKAH AKU HIDUP????
Di dalam kesendirian n kesunyiaan Q....
seiring berdetaknya denting waktu diiringi dengan hembusan nafas yg keluar.....
Pernah jiwa berpikir....
selalu memikirkan ini......
tak pernah luput darinya.....
Seakan menjadi irama hidup jiwaku.....
Hanya kalimat sederhana...
tetapi sulit tuk mnemukan scara pasti...
"Untuk apa...kah aku hidup????????"
"Untuk apakah kita hidup??????"
inilah yg memenuhi dimensi pikir Q....
IMPIAN TERPENDAMKU!!!!!!!
Aku yakin segala harapan dan impian yg selama nich aku cari.....
jiwa tlah berkelana menelusuri setiap sudut waktu dan dimensi yg ada......
walau masih samar, tapi itu bukan fatamorgana.......
Jiwa dan bayang meyakinkan batin......
menemani langkah tuk bergegas di atas angin.....
Itulah kebahagiaan yg selama nich aku dambakan.....
Biarkan aku mendakitmu, merengkuhmu dan memelukmu dengan kearoganan....
AKu tak peduli walau kelihatan arogan.....
KETAKUTAN MENCEKAM JIWAKU!!!!
Kmbali jiwa terhempas di sudut yg gelap...
sampah-sampah keraguan berserakan.....
hawa keputusasaan begitu mencekam tulang Q yang lemah...
Keheningan begitu menakutkan....
jiwaku ingin berteriak...
tapi nyanyian dan gelak tawa kegagalan menutupinya....
Akhirnya jiwa terkulai lemas..
dalam pelukan kepasrahan.....
Tak da lagi simfoni kebahagiaan terdengar...
Dimanakah aku????
Kata trakhir jiwa yg dpat terucap....
ADAKAH KESEMPURNAAN????????
Di dunia ini tak ada yg sempurna...........
jika engkau selalu mencari kesempurnaan pada dri org laen...
kmu adalah org paling tolol yg prnah hdup di dunia nich.......
Kesempurnaan dpat kau temui jika engkau membuat btasan dari kesempurnaan tuch....
SAMPAI KAPAN?????
Akan kah Q harus bgni truzz????
Menghadapi dilema yg tk kunjung akhir!!!!!!!!!!!!!
Jiwa mncoba mnyemangati diri!!!!!!!!!!!
Biarlah hembusan angin menuntun jiwa hampa nich!!!!!!!!!!
I believe you!!!!!!!!!!
KAN KUBIARKAN,,,,
Seandainya ada kata yang tercipta di dunia ini
di atas kata "cinta" dan "sayang"....
akan kuberikan untukmu!!!!!!!!!!
Kan kubiarkan kesunyian malam menyanyikannya untukmu.........
kan kubiarkan dentingan waktu mencatat sejarah itu........
kan kubiarkan pikir menuliskan di album jiwa
dengan goresan ketulusan!!!!!!!
Dan tak akan kubiarkan situasi merusak semuanya!!!!!!!!
TERBERSIT KEMBALI!!!!!!!!!
Terbersit kembali dalam dunia pikir Q, mewujudkan impian yg sempat terkubur......
ntah kenapa dan bagaimana itu kembali mucul.........
kucoba menarik diri dari hiruk pikuknya dunia Q.......
meluangkan sejenak waktu Q.........
merenungi itu semua!!!!!!!!
Terjadilah kepadaku menurut kehendak-Mu!!!!!!!!!
SANGGUPKAH????????
Pernahkah kau brpikir suatu saat nanti sepi menghampirimu????
Kegelapan menyelimutimu????
Kesepian mencekam jiwa dan pikiranmu.......
Ketika engkau merasa sendirian...
semua acuh kepadamu....
seakan mereka tak bertelinga...
tak mempunyai mata...
membiarkanmu terpuruk.....
menganggapmu tak ada.....
Bagaimana rasanya????
Senin, 20 September 2010
TERTAWALAH!!!!!
Ku coba menutupi mata
Ku coba membutakan jiwa
Ku ingin dilupakan
Ku ingin diabaikan selamanya
Biarkan kesendirian
Kesepian tak berujung
Memayungi bayang ini
Lebih baik bagiku
Biar luka tak memelukku
Tertawalah engkau
Puaskan dahagamu
Akan diriku saat ini
Terpuruk dan tak berdaya
Sebab ini yang kau inginkan
Kamis, 09 September 2010
KADO TERISTIMEWA DI HARI ULANGTAHUNMU!!
Ada hari terindah
Ada hari teristimewa
Moment yang engkau tunggu
walau jiwa senang atau sedih
seuntai senyum indah
pasti menghiasi wajahmu
itu pasti akan kulihat
Engkau luangkan waktumu sejenak
beban akan terlupakan
walau mungkin hanya sekejap
semua akan terasa ceria bagimu
akan banyak orang yang menyapa
mengirimu sebuah ucapan
bahkan lebih dari itu
Segala harapan terpendam
kan terutarakan semuanya
mengalir bagaikan tiupan angin
jiwa kan coba melayang
mungkin aku tak bisa menyapamu
seperti orang-orang di sekitarmu
tetapi bukan berarti
jiwaku tak ingat peristiwa ini
jauh dari hari ini pun
aku sudah memikirkannya dan dirimu
Biarkan lewat hembusan angin dan kicauan burung
menyampaikan seuntai kata dariku
masuk menyapa telingamu
kata sederhana ini yang dapat aku rangkai
"Happy Birthday, .......... "
dengan perasaan tulus
dari lubuk hatiku terdalam
hanya untukmu, kekasih jiwaku!!!
BINTANG JIWA Q,,,,,,
Kerinduan akan dirimu....
membuat jiwa diam dan hening sejenak....
kubiarkan pikir bergerak bebas
menelusuri senyapnya malam
Malam pun semakin larut
keheningan mulai menyelimutinya
mata telanjangku menatap jauh
ke angkasa indah itu....
Taburan cahaya-cahaya mungil
menghiasi setiap sudut angkasa
sederhana tapi begitu memukau
seakan kedua mataku enggan beranjak
Tiba-tiba aku terhenti pada satu titik
berbeda dari yang lainnya
seakan titik itu bergerak
memanggil jiwaku mendekatinya
Roh ini melayang ke angkasa
oh.....betapa nikmatnya
dalam sekejap waktu
bintang-bintang kecil mengelilingiku
hembusan angin malam
menjadi melodi cinta
mengiringi setiap gerakan tubuhku
sebagai ungkapan suka jiwa ini
pikiran sempat mengkhayal
bintang istimewa ini adalah dirimu
yang mampu membuatku terpesona
akan aura yang kau pancarkan
kau memang bintang hatiku
yang selalu bersinar
dan tak akan pernah redup
sinarmu mampu memberi kehangatan
yang tak terlukiskan oleh apa pun
tak pernah tergantikan
seiring waktu yang berlalu
lewat hembusan angin malam
jiwaku membisikkan syair kerinduan
untuk disampaikan kepada dirimu
bahwa engkau sangat berarti
bagi hidup dan jiwaku.....
KEGELISAHAN MELANDA
Aku ingin saja melupakan semua kejadian" yg tlah berlalu n baru saja terjadi...
Aku ingin hilang ingatan selamanya....
Agar aku tak mengingat apa pun dalam hidup Q...
hidup tanpa ada memori...
Lebih baik mungkin.....
SIMFONI TERINDAH
ku tak peduli apakah semua yg mempunyai telinga mw mendengarkan sebuah simfoni yg sederhana...
simfoni tuch akan menjadi moment terindah jiwa ini......
tak akan usang dan lapuk seiring berjalannya waktu....
kan kubiarkan sunyinya malam menjadi tempo yg indah....
biarkan langit bergumam kagum akan apa yg terjadi....
BAHASA JIWA
kadang kala bahsa jiwa lebih mengatakan lebih daripada bahasa mulut...
biarkan semua mata yg menilai arti dari sebuah bahasa yg terungkap dari jiwa.....
MIMPI INDAH KU...
Biarkan malam ini jiwaku tetap bermimpi...
sebuah mimpi yang tak mungkin terwujud...
wahai alam, sahabatku...
jangan bangunkan Q dari tidur Q..........
Q sungguh nyaman skarang....
biarkan nyanyianmu, senandung kedamaian yg menemani tidurku...
Minggu, 29 Agustus 2010
SEANDAINYA!!
Sempat terpikirkan
dalam pikir telanjang Q.....
Seandainya waktu ini aku pergi selamanya....
Ku kan meminta satu saja
kuingin duduk bersamamu di tepi pantai...
memandang indahny sunset dengan mata telanjang...
ditemani angin yang berhembus kencang....
kan kunikmati setiap detik yang berlalu...
kan kugenggam lembut tangan indahmu....
kan kubisikkan dengan lembut
ke telinga mu...
"Aku menyayangi dirimu..!!!"